You are currently viewing Sebuah wajah yang berbeda dari “petiklah hari”

Sebuah wajah yang berbeda dari “petiklah hari”

Carpe Diem (Petiklah Hari)

Wahai jiwaku! Bila engkau merindukan kehidupan didunia ini dan menolak kematian, ketahuilah dengan pasti bahwa keadaan-keadaan yang engkau anggap hidup hanya satu menit dari dirimu yang sebenarnya.

Setiap waktu dari yang sebelumnya hingga menit saat ini dan hal-hal di dunia ini yang berada didalam waktu itu mati dalam menit sekarang. Dan sepanjang waktu selanjutnya hingga menit saat ini dan segala yang terkandung didalamnya adalah ketiadaan, dan tidak ada.

Itu berarti bahwa kehidupan fisik yang engkau andalkan hanyalah satu menit saja. Beberapa orang yang sudah mempelajari, bahkan, mengatakan sepersepuluh per satu menit, lebih tepatnya, yang berlalu dengan cepat.

Dikarenakan oleh misteri inilah sehingga beberapa orang suci tertentu menyatakan bahwa sehubungan dengan dunia ini, maka dunia ini tidak ada.

Oleh karenanya, lepaskanlah kehidupan fisik dari jiwa, naiklah ketingkatan fakultas-fakultas kehidupan hati, roh, dan batin, lihatlah lingkup apa kehidupan yang luas yang mereka miliki.

Dari mereka, masa lalu dan masa depan, apakah engkau yang telah mati, engkau yang masih hidup, mereka ada dan penuh dengan kehidupan.

READ:  Pintu menuju rahmat Tuhan

Petiklah Hari

Wahai jiwaku! Seperti halnya hatiku, engkaupun juga menangis dan berteriak dan berkata:

Aku sementara; aku tidak menginginkan yang lainnya yang demikian.

Aku tidak mampu; aku tidak menginginkan yang lainnya yang demikian.

Aku telah menyerahkan rohku kepada Yang Maha Pemurah, aku tidak menginginkan yang lainnya.

Aku ingin yang lain, namun biarkan dia menjadi teman yang abadi.

Aku hanyalah sebuah atom, tapi aku menginginkan Matahari Yang Abadi

Aku bukanlah apa-apa, namun aku mengharapkan mereka, semuanya.

Dari Koleksi Risale-i Nur oleh Master Said Nursi

Similar Posts:

Tinggalkan Balasan