You are currently viewing Bagaimana kamu jatuh cinta, tanpa menderita?

Bagaimana kamu jatuh cinta, tanpa menderita?

CINTA

Cinta adalah penyebab dari keberadaan alam semesta, dan yang mengikat alam semesta; dan adalah baik cahaya alam semesta dan maupun kehidupan itu sendiri.

Dikarenakan manusia adalah buah dari alam semesta yang paling komprehensif/ luas ruang lingkupnya, sebuah cinta yang akan menaklukkan alam semesta telah dimasukkan kedalam hatinya, benih dari buah itu. Dengan demikian, hanya satu yang memiliki kesempurnaan yang tiada batas yang mungkin layak untuk cinta yang tiada batas tersebut.

Hal – hal yang engkau cintai, baik mereka tak akan mengenalimu, atau mereka akan mencemoohmu, atau mereka tak akan menemanimu. Kendatipun mereka akan berpisah darimu. Oleh karena itulah arahkanlah rasa takutmu dan cintamu kepada Tuhan yang oleh-Nya ketakutanmu akan menjadi kerendahan diri yang menyenangkan, dan cintamu, menjadi kebahagiaan tanpa bayangan. Ya, untuk takut kepada Sang Pencipta Yang Mulia berarti menemukan sebuah jalan menuju belas kasihan-Nya dan mendapatkan perlindungan didalamnya

Cinta yang tiada batas inilah dikhususkan untuk Tuhan yang memiliki kesempurnaan dan keindahan yang tiada batas. Ketika engkau memberikannya kepada pemilik sejatinya, engkau akan mampu untuk mencintai segalanya tanpa kesulitan didalam nama-Nya dan sebagai cerminan-Nya. Itu berarti bahwa cinta tersebut tidak seharusnya dihabiskan secara langsung kepada alam semesta. Sebaliknya, yang mana seharusnya menjadi karunia yang nikmat, ia akan menjadi penderitaan yang menyengsarakan.

Wahai jiwa yang penuh nafsu dan wahai kawan! Dua kecakapan, yang bilamana melaluinya seseorang bisa saja mengalami ketakutan dan cinta, telah dimasukkan kedalam sifat alamiah manusia. Rasa cinta dan ketakutan ini berbalik arah menuju baik kepada sesama makhluk atau kepada Sang Pencipta. Bagaimanapun juga, ketakutan terhadap makhluk adalah penderitaan yang menyedihkan, sementara cinta terhadap mereka adalah kesengsaraan yang merugikan. Karena engkau akan takut akan manusia, baik yang tidak akan menaruh belas kasihan kepadamu atau yang tidak akan menerima permohonan belas kasihanmu. Ketakutan adalah petaka yang menyedihkan.

Adapun cinta, orang yang engkau cintai tidak akan mengenalimu atau akan pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan. Laksana masa mudamu dan hartamu. Atau yang lainnya dia akan membencimu karena cintamu. Tidakkah engkau memperhatikan bahwa dalam 99 dari seratus kasus cinta metafora/kiasan cinta, pecinta berkeluh kesah mengenai yang dicintai.

Karena untuk mencintai dan mengidolakan kekasih duniawi dengan sepenuh hati, yang mana adalah cerminan dari Yang Abadi Dicari, menindas yang dicintai, dan dia tidak menyetujui hal itu dan menolaknya. Karena secara naluriah sifat manusia menolak dan membuang hal-hal yang bertentangan dengannya dan yang tak berharga untuk itu. (Cinta – cinta fisik adalah diluar pembahasan kita)

Jadi dapat dikatakan, hal-hal yang engkau cintai baik tidak akan mengenalimu, atau mereka akan mencemoohmu, atau mereka tidak akan menemanimu.

Bagaimanapun juga mereka akan berpisah darimu. Oleh karena itulah arahkanlah rasa takutmu dan cintamu kepada Tuhan yang oleh-Nya ketakutanmu akan menjadi kerendahan diri yang menyenangkan, dan cintamu, menjadi kebahagiaan tanpa bayangan. Ya, untuk takut kepada Sang Pencipta Yang Mulia berarti menemukan sebuah jalan menuju belas kasihan-Nya dan mendapatkan perlindungan didalamnya. Rasa takut adalah sebuah cambuk; ia akan menghantarmu kedalam dekapan pengampunan-Nya. Telah diketahui bahwa seorang ibu dengan lembut menakut-nakuti bayinya, sebagai contoh, dan medekapnya kedalam dadanya.Rasa takut ini adalah hal yang paling menyenangkan bagi si anak karena hal ini membawanya kedalam dekapan lembutnya.

READ:  Konsep tentang Tuhan

Sedangkan kelembutan dari semua ibu adalah tidak lain merupakan kilasan dari kasih Ilahi. Itu berarti adanya kesenangan tertinggi dalam ketakutan akan Tuhan. Bila ada kesenangan semacam itu dalam ketakutan akan Tuhan, sudah jelas bahwa kesenangan tanpa batas apa yang bisa ditemukan didalam kasih Tuhan.

Lagipula, seseorang yang takut akan Tuhan terselamatkan dari bencana dan ketakutan yang menyengsarakan akan yang lainnya. Juga, disebabkan demi Tuhan, cinta yang dia miliki terhadap makhluk tidak akan diwarnai dengan kesedihan dan perpisahan

Memang, yang dicintai oleh manusia pertama kali adalah dirinya sendiri, kemudian keluarganya, lalu bangsanya, selanjutnya makhluk-makhluk hidup, lantas alam semesta, dan dunia. Dia terhubung dengan ruang-ruang lingkup ini. Dia mungkin menerima kesenangan dalam kesenangan mereka dan kesakitan dalam kesakitan mereka. Namun, karena tidak ada yang stabil dalam gejolak-gejolak dunia ini dan revolusi-revolusi melaju cepat secepat angin, hati manusia yang malang akan terus menerus terluka.

cinta

Hal-hal yang digenggam oleh tangannya tercabik saat mereka pergi, bahkan melukai mereka. Dia akan tinggal dalam tekanan yang tiada henti, atau lainnya dia terjun kedalam kemabukan tanpa diragukan lagi.

Karena demikian, jiwaku yang penuh nafsu, bila engkau memiliki kesadaran, kumpulkanlah semua cinta dan berikanlah mereka kepada pemilik sejati mereka, selamatlah dari semua kesengsaraan itu. Semua cinta yang tanpa batas ini adalah dikhususkan untuk Dia satu-satunya yang memiliki kesempurnaan dan keindahan.

Ketika engkau memberikannya kepada sang pemilik sejati, engkau akan mampu mencintai segalanya tanpa kesengsaraan didalam nama-Nya dan sebagai cerminan-Nya. Hal tersebut berarti cinta itu tidak seharusnya dihabiskan secara langsung kepada alam semesta. Sebaliknya, yang mana seharusnya menjadi karunia yang nikmat, ia akan menjadi penderitaan yang menyengsarakan

Dari Koleksi Risale-i Nur oleh Master Said Nursi

Similar Posts:

Tinggalkan Balasan