You are currently viewing Kitab Alam Semesta yang Agung

Kitab Alam Semesta yang Agung

 

Kitab alam semesta yang agung memperkenalkan kita dan menginformasikan kita berkenaan dengan sifat-sifat dan nama-nama Sang Pencipta

Alam semesta ini seperti sebuah kitab dari 118 unsur, setiap unsur adalah huruf atau tinta dari kitab itu. Sang Pencipta Yang Maha Pemurah menuliskan segala sesuatu dari unsur-unsur di alam semesta ini dengan pena kekuatan.

Unsur-unsur itu, zat-zat nya, yang memiliki properti, semua hal yang tercipta darinya adalah miliknya. Yang memiliki ladang dan hasil panen adalah miliknya. Yang memiliki lautan dengan segala isinya.

Dedaunan yang dipintal seperti kain, bunga-bunga yang diproses seperti kain mori, buah-buahan yang diolah seperti buah-buahan kalengan, bunga-bunga, pola-pola tenun dan anyaman bagaikan karpet, langit yang dihiasi bintang-bintang dan galaksi-galaksi menunjukkan dan membuat kita membaca keberadaan dan kesatuan dari Sang Pencipta.

Setiap makhluk di alam semesta ini, khususnya makhluk hidup, mengarah kepada keberadaan dari seorang Seniman dengan ciptaan-ciptaan dan kemampuan-kemampuannya yang tertata.

“Alam semesta ini laksana sebuah kuncup mawar yang saling membungkus satu sama lain” Oleh Master Said Nursi

Perwujudan dari Sang Hakim, nama Sang Pemberi Keadilan (Tuhan) telah membentuk alam semesta ini menjadi sebuah kitab dari ratusan buku yang menuliskan disetiap halamannya. Dan setiap baris memiliki seratus halaman dan setiap kata memiliki seratus barisan.

Ada seratus kata dalam setiap huruf. Setiap poin adalah indeks dari kitab alam semesta ini dalam satu gaya.

Halaman-halaman, baris-baris buku itu, menunjukkan penciptanya dan penulisnya dalam seratus cara menuju ke titik yang membuktikan keberadaan dan kesatuan Sang Penulis, seratus derajat diatas keberadaannya.

Satu halaman dari kitab alam semesta yang hebat ini ialah bumi. Salah satu baris dari halaman ini adalah sebuah taman.

Bunga-bunga, pepohonan, dan tanaman-tanaman ditemukan di taman itu nampaknya ditulis bersamaan didalam musim semi tanpa kesalahan.

Sebuah kata dari baris itu ialah selembar daun dan sebuah pohon berbunga untuk menghasilkan buah. Kata ini merujuk pada keberadaan Sang Seniman dalam rangka memperhitungkan kerapian, ukuran, menghias daun-daun, bunga-bunga dan buah-buahan.

 

Sebagaimana pohon cherry mekar dan menghasilkan buah di kebun anda, semua buah cherry dipermukaan tanah tunduk kepada hukum yang sama, telur yang dihasilkan oleh ayam disini dan oleh ayam-ayam diseluruh penjuru bumi memberikan telur dalam bentuk dan struktur yang sama sesuai hukum. ,Hukum bahwa domba disini tunduk saat memberikan susu dan anak anjing adalah sama di seluruh penjuru bumi, keberadaan Sang Seniman, kesatuannya, dan kendali dimanapun dinyatakan.

Sebagaimana satu huruf dibubuhi dengan sebuah segel untuk menunjukkan pemilik segel itu, membuat anda membaca nama-Nya. Sama seperti itu, sebuah bunga dipucuk pohon apel adalah sebuah segel. Ia membuat anda membaca nama penciptanya.

READ:  Bisakah saya melihat kucing saya lagi?

Seluruh bunga diatas bumi membuat anda membaca nama dari pencipta yang sama. Sebuah pohon apel juga sebuah segel. Jika pohon ini yang memiliki tanda tangan dan memiliki bordiran, tentu saja, pohon itu juga segel

Taman dimana pohon itu berada juga sebuah segel. Semua tanaman yang tumbuh ditaman adalah segel-segel yang menunjukkan seorang pencipta. Sebuah dataran dimana taman itu berlokasi adalah lagi-lagi sebuah segel yang menunjukkan Sang Seniman. Seluruh bumi ini adalah segel yang lebih besar. Seluruh makhluk mengindikasikan bahwa ia memiliki bangsanya sendiri. Ini membuktikan itu adalah surat penulisnya. Ia membuat anda membaca segel si pencipta.

Sebagaimana gelembung-gelembung disebuah sungai yang besar yang berkilau dan mengalir menghadap ke matahari, menunjukkan matahari

Begitu gelembung menghilang, gelembung yang muncul kemudian menunjukkan matahari lagi, mengindikasikan keberadaan matahari yang permanen.

Setiap makhluk di alam semesta ini, mereka menyaksikan keberadaan dan kesatuan Tuhan dengan hidup mereka, bahkan semangat dan kematian mereka, memberikan kesaksian atas keabadian dan keabadian itu ialah Tuhan.

Manusia memahami hikmah, kekuatan dan properti Sang Pencipta dengan kuasa, kehendak dan kekuatan yang diberikan kepadanya. “Bagaimana saya menjadi pemilik dari properti ini? Saya mampu selamat disini seperti yang saya inginkan dan Sang Pencipta yang memiliki properti alam semesta ini dan menyelamatkannya seperti yang dia mau.

“Satu tingkat memahami nama-nama dan kata sifat-kata sifat dari Tuhan. Meskipun seluruh organ manusia seperti tangan, wajah, dan mata itu sama, perbedaan pada wajah di masing-masing individu adalah segel Tuhan, yang mengindikasikan persamaan dan persatuan Tuhan, yang melakukan sebagaimana yang dia kehendaki.

Manusia seperti sebuah kata diatas lembar halaman bumi. Setiap huruf memiliki sebuah arti yang berbeda, seni yang terpisah dan hikmah kebijaksanaan yang tersembunyi disetiap titik. Didalam istana manusia ini, dibangun dari hampir seratus triliun sel, setiap sel seperti sebuah titik, dan pemilik alam semesta, yang mengunggah terlalu banyak informasi pada setiap titiknya agar sesuai dengan ribuan dari volume buku, ingin menunjukkan keberadaan dan kesatuannya sendiri dengan segel tersebut.

Tujuan dan kegiatan dari semua ilmu pengetahuan adalah untuk membaca dan menjelaskan kitab alam semesta ini. Ilmu pengetahuan yang mencoba untuk membaca kata manusia memperlakukan tiap organnya sebagai bidang ilmu pengetahuan yang terpisah. Untuk memahami pengetahuan yang diperoleh dalam bidang ini sebagai karya Tuhan adalah sebuah kesempatan untuk mengenali Tuhan. Semakin jauh lagi seseorang berkecimpung dalam bidang pengetahuan ini, semakin ia tahu, semakin cerdas ia, dalam mengenali Tuhan.

Diinspirasi dari Koleksi Karya Master Nursi

Similar Posts:

Tinggalkan Balasan