You are currently viewing Konsep tentang Tuhan

Konsep tentang Tuhan

Konsep tentang Tuhan

Bismillahirrahmannirrahiim

Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii, Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli Syai-in Qadiir

Kalimat ini mengungkapkan persatuan ilahi yang terdiri dari sebelas frasa yang masing-masing menyampaikan berita baik.

Siapa Tuhan? (“Laa Ilaaha Illallaahu”)

Frasa ini menyampaikan berita baik berikut untuk jiwa manusia, menderita akan kebutuhan yang tak terhitung jumlahnya dan serangan musuh yang tak tak terhitung banyaknya. Di satu sisi, roh menemukan tempat untuk jalan keluar, suatu sumber bantuan, yaitu melaluinya terbuka pintu dari pembendaharaan belas kasih yang akan menjamin semua kebutuhannya.

Sementara di sisi lain, ia menemukan dukungan dan sumber kekuatan, karena frase itu membuatnya mengenali Penciptanya dan Obyek Penyembahan yang Sejati, yaitu ia yang memiliki kekuasaan mutlak untuk mengamankannya dari semua kejahatan musuh-musuhnya; yang menunjukkan siapa tuannya, dan siapa yang memilikinya. Mengarah kepada ini, frasa ini menyelamatkan hati dari kehancuran total dan menyelamatkan jiwa dari kesedihan yang menyakitkan; memastikan kesukacitaan yang abadi, kebahagian yang kekal.

Siapa Tuhan? (“Allahu Ahad”)

Frasa ini mengumumkan kabar baik berikut, yang merupakan penyembuhkan sekaligus sebuah sumber kebahagiaan:

Jiwa dan hati manusia, yang mana terhubung pada sebagian besar makhluk di alam semesta dan hampir kewalahan dalam penderitaan dan kebingungan dikarenakan hubungan ini, menemukan dalam frase “Allahu Ahad” sebuah perlindungan dan pelindung yang menyelamatkan mereka dari semua kebingungan dan ketersesatan mereka.

Hal itu berarti, yang seakan “Allahu Ahad” sedang berkata kepada manusia: Allah adalah Satu Al Ahad. . Jangan melelahkan dirimu dengan mencari jalan keluar pada hal-hal lain; jangan merendahkan dirimu dan merasa berhutang budi pada mereka; jangan menyanjung mereka dan memperbudak dirimu kepada mereka dan menghina dirimu sendiri; jangan mengikuti mereka dan mempersulit dirimu; jangan takut pada mereka dan gentar dihadapan mereka; karena Raja dari alam semesta adalah Satu, kunci dari segala hal ada pada-Nya, kendali atas segala sesuatu ada dalam genggaman-Nya, segalanya akan ditentukan oleh perintah-Nya. Bila engkau menemukan Dia, engkau akan terselamatkan dari hutang yang tiada hentinya, ketakutan yang tak terhitung jumlahnya.

 

Siapa Tuhan? (“Laa Syariikalahu”)

Sebagaimana keilahian-Nya dan kedaulatan-Nya, Allah tidak memiliki sekutu, Dia adalah Esa dan tidak bisa banyak; sehingga Dia juga tidak memiliki sekutu dalam kekuasaan-Nya dan dalam tindakan-Nya dan dalam penciptaan-Nya. Terkadang terjadi bahwa seorang raja adalah satu, tidak punya rekan dalam kedaulatannya, tetapi dalam pelaksanaan urusan-urusannya, para pejabatnya bertindak sebagai mitranya; mereka menghalangi semua orang memasuki kehadirat-Nya, dengan berkata: “ajukan pada kami!”

Bagaimanapun juga, Tuhan Yang Maha Kuasa, Raja dari Pra-Keabadian dan Pasca-Keabadian, tidak memiliki pasangan dalam kedaulatan-Nya, sama halnya Dia tidak memerlukan mitra atau pembantu dalam pelaksanaan kedaulatan-Nya.

Jika bukan karena perintah-Nya dan kehendak-Nya, kekuatan-Nya dan kekuasaan-Nya, tidak satu hal pun mampu turut campur dengan yang lainnya. Semua orang bisa meminta bantuan pada Dia secara langsung. Sebab Dia tidak memiliki sekutu atau pembantu, tidak satupun yang mencari jalan dikatakan: “Berhenti! Dilarang masuk kehadirat-Nya!”

Frasa ini, oleh karena itu, menyampaikan pengumuman yang penuh sukacita kepada roh manusia: roh manusia telah mencapai pada keyakinan yang bisa, tanpa halangan apapun, kebalikan atau campur tangan, dalam keadaan apapun, untuk permintaan apapun, kapanpun juga dan dimanapun, hadir kehadapan Yang Maha Indah Al Jamiil dan Yang Maha Agung Al Azhiim, Yang Maha Kuasa Al Qahhaar dan Yang Maha Sempurna Ash Shamad, yang Pra-Keabadian Al Awwal dan Pasca-Keabadian Al Aakhir Sang Pemilik dari perbendaharaan rahmat, perbendaharaan kebahagiaan, dan yang bisa memenuhi kebutuhannya. Menemukan rahmat-Nya dan mengandalkan kekuatan-Nya, ia akan menemukan kemudahan dan kebahagiaan yang sempurna.

Siapa Tuhan? “Lahul Mulk”

Artinya, kepemilikan adalah sepenuhnya milik-Nya. Adapun engkau, engkau adalah milik-Nya, engkau dimiliki oleh-Nya, dan engkau bekerja pada milik-Nya. Frasa ini mengumumkan kabar suka cita dan penyembuhan sebagai berikut:

Wahai manusia! Jangan mengira bahwa engkau memiliki dirimu, sebab engkau tidak memiliki kendali atas hal-hal yang berkenaan denganmu; beban semacam itu akan berat bagimu. Juga, engkau tak mampu melindungi dirimu sendiri, untuk menghindari malapetaka, atau untuk melakukan hal-hal yang harus bagimu. Dalam hal ini, jangan menderita kesakitan dan siksaan tanpa alasan, kepemilikan adalah milik yang lainnya. Pemiliknya adalah Yang Maha Kuasa Al ‘Aziiz dan Yang Maha Penyayang Ar Rahiim; andalkanlah pada kuasa-Nya dan jangan melontarkan fitnah pada belas kasih-Nya! Letakkanlah duka dibelakangmu, bersukacitalah! Buanglah masalahmu dan temukanlah ketenangan!

Frasa itu juga mengatakan: Engkau mencintai dan terkoneksi pada alam semesta, yang mana merupakan milik Sang Maha Kuasa Al ‘Aziiz dan Maha Penyayang Ar Rahiim, namun meskipun itu membuatmu berduka dengan kemalangannya, engkau tak mampu memperbaikinya dengan benar. Jadi serahkanlah semua kepada Pemiliknya, tinggalkan kepada Dia. Meraih kesukacitaan-Nya, bukan kekerasan-Nya. Dialah Yang Maha Bijaksana dan Maha Penyayang. Dia memiliki kebebasan atas harta milik-Nya dan mengelolanya sesuai kehendak-Nya. Kapanpun engkau merasa takut, katakanlah “Mari kita lihat apa yang dilakukan Allah; apapun yang Dia lakukan, itulah yang terbaik;” pahamilah ini sepenuhnya dan jangan ikut campur tangan!

 

Siapa Tuhan? “Lahul Hamdu”

Pujian, dan pujian yang pantas untuk-Nya, dan yang sesuai untuk-Nya. Artinya, karunia adalah milik-Nya; mereka berasal dari perbendaharaan-Nya. Dan perbendaharaan itu, tiada akhirnya. Frasa ini, oleh karena itu, menyampaikan kabar baik berikut:

Wahai manusia! Jangan menderita dan bersedih saat karunia terhenti, karena perbendaharaan belas kasih itu tiada habis-habisnya. Jangan terpaku pada kesenangan sesaat dan menangis kesakitan, karena buah dari karunia adalah buah dari belas kasih yang tiada terbatas. Karena pohonnya tidak akan mati saat buahnya habis maka ia akan digantikan dengan yang lebih banyak lagi. Jika engkau bersyukur memikirkan bahwa ada di dalam kenikmatan dari karunia itu, suatu kebaikan yang penuh belas kasih seratus kali lebih menyenangkan, engkau akan mampu meningkatkan kenikmatan itu seratus kali lipat.

Sebuah apel dipersembahkan dari seorang raja yang agung padamu memiliki kenikmatan yang lebih tinggi daripada seratus, bahkan seribu, apel, karena dialah yang menganugerahkanya padamu dan membuatmu merasakan kenikmatan dari kebaikan raja. Dengan cara yang sama, melalui frasa “Lahul Hamdu” akan dibukakan kepadamu pintu kenikmatan spiritual yang seribu kali lebih manis daripada karunia itu sendiri.

Karena frasa tersebut bermakna mempersembahkan pujian dan rasa syukur; berarti, untuk merasakan anugerah karunia. Pada gilirannya untuk mengenali Pemberi Karunia, yang merenungkan anugerah karunia, dan akhirnya merenungkan nikmat kasih sayang-Nya dan terus melimpahkan karunia-Nya.

 

Siapa Tuhan? “Yuhyii”

Artinya, Dialah pemberi kehidupan. Dan Dialah yang menyebabkan kehidupan berlanjut dengan melalui sarana makanan. Dia juga yang menyediakan kebutuhan hidup Dan kepada-Nya lah dikaitkan tujuan hidup yang mulia dan hasil-hasil pentingnya terlihat, dan bagi-Nya sembilan puluh sembilan dari seratus buahnya. Dengan demikian, frasa ini memanggil kepada manusia makhluk yang fana dan tak berdaya, membuat pengumuman yang menyenangkan ini:

Wahai manusia! Jangan menyusahkan dirimu dengan memikul beban hidup yang berat. Jangan memikirkan kefanaan hidup dan mulai berduka. Jangan hanya melihat buahnya yang duniawi dan tidak penting dan menyesali kedatanganmu ke dunia ini. Karena mesin kehidupan di kapal dimana engkau berada adalah milik Yang Maha Hidup Al Hayyu dan Yang Bertahan Hidup Al Qayyuum, dan Dia lah yang menyediakan semua pengeluaran dan kebutuhannya. Juga, hidupmu memiliki banyak tujuan dan hasil yang luar biasa, dan mereka juga berkaitan dengan Dia.

Adapun engkau, engkau hanyalah seorang juru mudi di kapal, jadi lakukanlah tugasmu dengan baik dan menerima upah dan kesenangan yang datang darinya. Pikirkan bagaimana berharganya kapal kehidupan ini dan betapa berharganya manfaatnya; kemudian pikirkanlah betapa Pemurah dan Penyayangnya Sang Pemilik kapal ini. Maka bersukacitalah dan bersyukurlah dan ketahuilah bahwa ketika engkau menunaikan tugasmu dengan integritas, semua hasil yang dihasilkan oleh kapal dalam satu hal akan dipindahkan kedalam daftar tindakan anda, bahwa mereka akan mengamankan kehidupan abadi untukmu, akan memberkahi engkau dengan kehidupan abadi

Siapa Tuhan? “Wayumiitu”

Dialah yang menyebabkan kematian Dialah yang membebaskanmu dari kewajiban hidup, mengubah tempat tinggalmu dari dunia fana ini, dan membebaskanmu dari tugas pelayanan. Artinya, Dialah yang membawamu dari kehidupan yang sementara menuju ke kehidupan yang kekal. Ungkapan ini, kemudian, meneriakkan hal berikut kepada jin dan manusia yang fana :

Inilah kabar baik untukmu! Kematian bukanlah kehancuran, atau ketiadaan, atau pemusnahan; ia bukan penghentian atau kepunahan; ia bukanlah perpisahan abadi, atau non-eksistensi, atau sebuah peristiwa kebetulan; ia bukan sebuah pemusnahan tanpa penulis. Sebaliknya, ia harus dikeluarkan oleh Sang Penulis Yang Maha Bijaksana Al Aliim dan Yang Maha Penyayang Ar Rahiim; ia adalah suatu perubahan tempat tinggal. Ia adalah pemindahan ke kebahagiaan abadi, menuju rumahmu yang sesungguhnya. Ia adalah pintu penyatuan menuju ke Alam Menengah, yang dimana engkau akan bertemu dengan sembilan puluh sembilan persen kawanmu.

READ:  Tinggalkanlah Bebanmu

 

Siapa Tuhan? “Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu”

Artinya, Pemilik dari keindahan, kesempurnaan dan kemurahan hati yang jauh lebih unggul daripada keindahan, kesempurnaan dan kemurahan hati yang terlihat pada makhluk-makhluk di alam semesta, dan yang membangkitkan cinta; dan Obyek Penyembahan yang Kekal, Kekasih Abadi, manifestasi tunggal yang memiliki keindahan yang cukup untuk menggantikan semua kekasih lainnya, yang memiliki kehidupan abadi melalui pra-keabadian dan pasca-keabadian – sebuah kehidupan yang bebas dari jejak penghentian atau kefanaan dan bebas dari segala kesalahan, cacat atau ketidaksempurnaan. Sehingga, frasa ini menyatakan pada jin dan manusia, kepada semua makhluk yang sadar, dan orang-orang yang penuh cinta dan semangat:

Inilah kabar baik untukmu! Ada Kekasih Abadi yang akan menyembuhkan dan membalut luka-lukamu yang diakibatkan oleh perpisahan yang tak terhitung banyaknya dari orang-orang yang engkau cintai. Karena Dia ada dan tidak pernah mati, apapun yang terjadi janganlah mengkhawatirkan yang lainnya. Lebih jauh lagi, keindahan dan kemurahan hati, kebajikan dan kesempurnaan yang terlihat didalamnya, penyebab cintamu, yang, melewati banyak selubung, bayang-bayang terpucat dari bayang-bayang manifestasi akan kecantikan Kekasih yang Abadi. Jangan berduka atas hilangnya mereka, karena mereka adalah sejenis cermin. Cermin yang diganti memperbarui dan menghiasi manifestasi pancaran keindahan. Karena Dia ada, segala sesuatu ada.

Siapa Tuhan? “Biyadihil Khairu”

Setiap perbuatan bagus yang engkau lakukan dipindahkan kepada daftar-Nya. Setiap amal saleh yang engkau lakukan dicatat oleh-Nya. Dengan demikian, frasa ini memanggil kepada jin dan manusia dengan berita baik berikut:

Wahai orang-orang yang malang! Ketika engkau melakukan perjalanan menuju ke kubur, jangan menangis dalam keputusasaan, “Aduh! Semua yang kita miliki hancur, semua usaha kita sia-sia; kita sudah meninggalkan bumi indah yang luas dan memasuki kubur yang sempit,” karena segala milikmu terpelihara, semua tindakanmu tertulis, setiap jasa yang engkau sumbangkan tercatat. Yang Maha Mulia yang ditangan-Nya semua kebaikan dan yang mampu membawa semua kebaikan membuahkan hasil, akan membalas jasamu: menarikmu pada-Nya, Dia akan menahan engkau hanya untuk sementara saja didalam tanah. Nanti, Dia akan membawamu kehadapan-Nya. Betapa bahagianya bagi engkau yang telah menyelesaikan pengabdian dan tugasnya; pekerjaanmu telah usai, engkau berangkat untuk kemudahan dan rahmat! Pelayanan dan kerja keras telah usai, engkau akan menerima upahmu!

Yang Maha Kuasa dari Kemuliaan memelihara benih-benih dan biji-bijian, yang merupakan halaman-halaman daftar pencatatan perbuatan di musim semi yang lalu dan peti-peti penyimpanan jasanya, dan mempublikasikannya pada musim semi berikutnya dengan cara yang berkilauan, sungguh, dengan cara yang seratus kali lebih banyak dari aslinya. Hasil dari hidupmu Dia pelihara dengan cara yang sama, dan akan membalas jasamu dengan cara yang benar-benar berlimpah.

Siapa Tuhan? “Wahuwa ‘alaa Kulli Syai-in Qadiir”

Dia adalah Tunggal, Dia Unik, Dia memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu. Tidak ada yang sulit bagi Dia. Untuk menciptakan musim semi adalah sama mudahnya bagi Dia dengan menciptakan sebuah bunga, dan Dia menciptakan surga semudah Dia menciptakan musim semi. Artefak yang tak terhingga jumlahnya yang Dia ciptakan secara terus menerus setiap hari, setiap tahun, setiap abad, bersaksi dengan lidah yang tak terhitung banyaknya akan kekuasaan-Nya yang tak terbatas. Jadi, frasa inipun juga menyampaikan kabar gembira:

Wahai manusia! Pelayanan yang engkau telah persembahkan dan penyembahan yang telah engkau kerjakan adalah bukan untuk kesia-siaan. Sebuah alam pahala, sebuah tempat tinggal kebahagiaan, telah dipersiapkan bagimu. Surga tanpa akhir sedang menunggumu menggantikan duniamu yang sesaat ini. Milikilah iman dan keyakinan akan janji Sang Pencipta Al Khaliq Yang Maha Mulia Al Majiid yang engkau kenal dan yang engkau sembah, karena mustahil bagi-Nya untuk mengingkari janji-Nya Sama sekali tidak ada kekurangan dalam kuasa-Nya; impotensi tidak dapat menghalangi pekerjaan-Nya. Sama seperti Dia menciptakan taman kecilmu, jadi Dia sanggup menciptakan surga bagimu, dan Dia telah menciptakannya dan menjanjikannya untukmu. Dan karena Dia telah berjanji, Dia akan, tentu saja, menerimamu untuk itu!

Kita amati tiap tahun di permukaan bumi bahwa Dia kumpulkan sekaligus dan menyebarkan dengan keteraturan dan keseimbangan yang sempurna, dengan waktu dan kemudahan yang sempurna, lebih dari tiga ribu spesies dan grup hewan dan tumbuhan. Pastilah Yang Maha Kuasa Al Aziiz dan Maha Mulia Al Majiid mampu melaksanakan janji-Nya.

Karena, dengan begitu Yang Maha Kuasa Al Aziiz menciptakan contoh-contoh dari kebangkitan dan Surga dalam ribuan bentuk setiap tahun; dan karena, menjanjikan kebahagiaan yang abadi melalui semua kitab suci-Nya yang diturunkan, Dia memberikan kabar gembira tentang surga; dan karena semua tindakan dan perbuatan-Nya dilakukan dengan kebenaran, kejujuran, dan keseriusan; dan karena, melalui kesaksian dari semua karya seni-Nya, semua kesempurnaan menunjuk dan bersaksi mengenai kesempurnaan-Nya yang tiada batas, sama sekali tiada kecacatan dan kesalahan dalam diri-Nya; dan karena melanggar janji, dusta, kepalsuan, dan penipuan adalah mutu yang paling buruk selain kecacatan dan kesalahan; maka dengan sangat pasti dan ketegasan yang pasti Yang Maha Kuasa Al Aziiz Yang Maha Mulia Al Majiid, Yang Maha Bijaksana Al Aliim, Yang Maha Penyayang Al Rahiim dan Yang Maha Indah Al Jamiil , akan menepati janji-Nya; Dia akan membukakan gerbang kebahagiaan yang abadi; Dia akan mengijinkanmu, Wahai orang-orang yang beriman, menuju ke Surga, yang merupakan rumah asli dari nenek moyangmu Adam.

Siapa Tuhan? “Dan bersama dengan Dia segala sesuatu akan menemui akhir mereka”

Manusia dikirim ke dunia ini, alam percobaan dan ujian, dengan tugas-tugas penting berdagang dan bertindak sebagai bawahan. Setelah mereka menyelesaikan transaksi mereka, menyelesaikan tugas-tugas mereka, dan melengkapi pelayanan mereka, mereka akan kembali dan bertemu sekali lagi dengan Tuan mereka Yang Pemurah Al Kariim dan Pencipta Yang Mulia Al Khaaliq Al Majiid yang telah mengutus mereka sejak awal. Meninggalkan alam fana ini, mereka akan dihormati dan diangkat kehadirat keagungan di alam yang keabadian. Yang artinya, setelah dibebaskan dari pergolakan sebab dan dari tabir perantara yang tak jelas, mereka akan bertemu dengan Pemelihara Penyayang mereka tanpa tabir di kursi keagungan abadi-nya. Setiap orang akan menemukan Penciptanya, Obyek Penyembahan Sejati, Pemelihara, Tuhan, dan Pemiliknya dan akan mengenali Dia secara langsung. Jadi, frasa ini menyatakan berita gembira berikut, yang lebih besar dari yang lainnya :

Wahai manusia! Apakah engkau tahu kemana engkau akan pergi dan kemana engkau akan dibawa pergi? Sebagaimana yang dinyatakan di akhir Kata Ketigapuluh dua, seribu tahun hidup bahagia di dunia ini tidak dapat dibandingkan dengan satu jam hidup di Surga. Dan seribu tahun kehidupan di Surga tidak dapat dibandingkan dengan satu jam penglihatan akan keindahan dari Yang Maha Indah dari Kemuliaan. Engkau akan pergi menuju kealam rahmat-Nya dan kehadirat-Nya.

Keindahan dan kecantikan pada semua makhluk di dunia ini dan pada kekasih-kekasih duniawi yang engkau begitu terpesona dengannya dan terobsesi dan yang karenanya engkau sangat mendambakan, hanyalah semacam bayangan dari manifestasi keindahan-Nya dan keelokan nama-Nya; dan seluruh Surga dengan semua keajaiban halusnya, satu manifestasi dari belas kasih-Nya; dan semua kerinduan dan cinta dan daya tarik dan daya pikat, tetapi sebuah kilatan cinta dari Yang Maha Disembah dan Kekasih Abadi. Engkau akan menuju kehadirat-Nya. Engkau dipanggil masuk ke Surga, yang mana merupakan tempat berpesta yang kekal. Karena oleh demikian, engkau harus memasuki kubur tanpa menangis, tetapi tersenyum dalam harapan.

Frasa ini mengumumkan kabar gembira ini juga: Wahai manusia! Jangan risau, membayangkan bahwa engkau akan punah, non eksistensi, ketiadaan, kegelapan, terlupakan, pembusukan, dan kehancuran dan bahwa engkau akan tenggelam dalam keberagaman. Engkau tidak akan punah, namun untuk keabadian.

Engkau bukan didorong untuk tiada, tapi untuk ada yang kekal. Engkau bukan akan memasuki kegelapan, tapi untuk dunia terang. Dan engkau akan kembali kepada pemilik sejatimu, ke kursi Raja Pra-Kekal. Engkau tidak akan tenggelam dalam keragaman, engkau akan beristirahat di alam kesatuan. Engkau terikat bukan untuk perpisahan, tetapi untuk kesatuan.”

Dari Kata Ke-20 oleh Master Said Nursi

 

 

 

 

Similar Posts:

Tinggalkan Balasan